Pungutan Rp550 Ribu di SMK 1 Bungoro Pangkep Diprotes, Ini Kata Kepsek

Pojoksulsel.com

Pojoksulsel.com

POJOKSULSEL.com, PANGKEP – Pembayaran Rp550 ribu yang dibebankan kepada siswa SMK 1 Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat. Diduga, pungutan itu adalah merupakan liar atau pungli.

Pembayaran Rp550 ribu dirasakan oleh orangtua siswa sekolah kejuran di Pangkep itu sangat memberatkan. Apalagi, jika dihubungkan dengan program pendidikan gratis, harusnya sudah tidak ada lagi pembayaran setiggi itu.

Orangtua siswa yang tak ingin di sebutkan namanya mengaku, jika pembayaran itu sangat memberatkan. “Pendidikan di Pangkep sudah gratis dan tidak ada lagi pembayaran,” bebernya kepada pojoksulsel, Sabtu (30/1/2016).‎

Menyikapi protes bernada keberatan tersebut, Lepala SMK 1 Bungoro Akbar Paralloi mengatakan, jika pungutan itu sudah kita bicarakan dengan komite sekolah sehingga sudah sesuai prosedur. Dia menkelaskan, pungutan tersebut merupakan dana untuk Prakerin para siswa dan uji kompetensi.

BACA JUGA:

Jessica Tersangka, Jadi Babak Baru Kasus Kopi Beracun Pembunuhan Mirna

Jalan Santai di Pangkep, Syahrul Tampil Trendi. Kacamata Hitam dan Jaket Merah

Akbar Paralloi menambahkan, jika dana BOS dan dana gratis tidak cukup untuk membiayai ini, sehingga sekolah meminta bantuan kepada orang tua siswa melalui komite sekolah, untuk mendanai kegiatan tersebut.

Ketua PGRI Pangkep ini juga mengatakan jika, warga harus bisa membedakan antara SMK dan SMA karena beda sistem pendidikannya. “Siswa SMK mesti PSG. Itu yang membuat sekolah berat dan terpaksa meminta orang tua membantu pihak sekolah,” jelasnya.

(tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds