Sidang DKPP Pilkada Lutra: Keterangan Ahli Lemahkan KPU

Sidang DKPP KPU Lutra di Kantor Kejati Sulsel, Rabu (20/1/2016), melalui videoconference dengan DKPP Pusat di Jakarta. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Sidang DKPP KPU Lutra di Kantor Kejati Sulsel, Rabu (20/1/2016), melalui videoconference dengan DKPP Pusat di Jakarta. | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) kembali menggelar sidang lanjutan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara (Lutra) di Mapolda Sulsel, Rabu (27/1/2015).

Sidang lanjutan DKPP tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli komunikasi politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Iqbal Sultan.

Keterangan saksi ahli memberatkan tergugat dalam hal ini KPU Lutra. Hal tersebut terungkap pada penjelasan pentingnya informasi bagi pemilih rasional.

Iqbal Sultan menjelaskan, pemilih rasional memiliki kecenderungan belum memiliki pilihan awal. Pada kondisi seperti ini, efek informasi akan mempengaruhi pemilih rasional dalam menentukan pilihannya.

Ia menjelaskan, informasi sekecil apapun akan menjadi sangat penting bagi pemilih rasional. Meskipun pada beberapa kasus pengaruh keterpilihan ikut dipengaruhi oleh hubungan kekerabatan.

“Pentingnya informasi adalah untuk menghilangkan keragu raguan. Namun informasi yang tidak jelas akan memberikan keragu-raguan,” kata Iqbal Sultan.

Menanggapi keterangan ahli, Ketua KPU Lutra Suprianto berkilah bahwa kedua pasangan calon (paslon) tersebut bukanlah tokoh pilitik baru di Lutra.

Menurutnya, masyarakat Luwu secara umum telah mengetahui bahwa Arifin Junaidi adalah calon petahana. Sementara rivalnya, Indah Putri Indriani merupakan wakil bupati Lutra periode lalu.

“Kedua pasangan ini sudah diketahui oleh pemilih karena yang mencalonkan adalah Bupati dan Wakil Bupati,” kata Suprianto.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds