Survei Bursa Cagub Sulsel Mulai Bermunculan, Hati-Hati Pesanan

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel masih dua tahun kedepan, tetapi sejumlah nama mulai masuk dalam bursa calon Gubernur (Cagub) Sulsel. Meski demikian ada beberapa pihak yang menilai rilis nama-nama yang masuk dalam bursa Cagub terlalu dini.

Bahkan ada beberapa pihak menilai rilis nama-nama yang dilakukan oleh lembaga survei merupakan pesanan.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menjelaskan kemungkinan adanya rilis pesanan berdasarkan hasil survei bisa saja terjadi.

Apalagi, kata pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Sulsel ini, rilis yang telah di publikasikan bisa saja menciptakan wacana untuk mempengaruhi opini masyarakat.

“Memang ini sangat bagus. Tapi, jangan sampai ada yang memainkan ini sehingga rilis itu hanya wacana saja yang dapat mempengaruhi publik,” ujar Firdaus Muhammad kepada pojoksulsel.com saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (26/12/2015).

Jika hal tersebut terjadi, survei figur yang pantas maju sebagai calon Gubernur Sulsel, imbuhnya, akan membuat bingung masyarakat.

Pendapat senada diutarakan pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Adi Suryadi Culla. Ia menjelaskan, rilis nama-nama yang masuk dalam bursa cagub yang dipublikasikan bisa saja menjadi sosialisasi bagi beberapa pihak. Hanya saja, jika ada survei pesanan, menurutnya,  itu sangat tidak etis.

“Pencalonan itu muncul dan berkembangan dari suara publik. Dan itu akan memunculkan opini publik,” ujar Adi Suryadi Culla.

Meski demikian, imbuh Adi Suryadi Culla, memunculkan nama-nama yang masuk dalam bursa cagub adalah hal yang sah-sah saja sebagai pemanasan politik.

Sebagaimana diberitakan, lembaga survei yang berbasis di Jakarta, telah merampungkan surveinya untuk memotret figur yang layak maju sebagai gubernur pada 2018. Survei dilakukan pada 26 November lalu dan berakhir pada 6 Desember.



loading...

Feeds